Teman Bicara


Apakah yang sesuai ku gambarkan situasi ini? perasaan apakah yang sebetulnya untukku luahkan? Perlukah aku untuk menyatakannya? Aduhai... komunikasi antara kami sudah lama mati. Aku tidak tahu apa yang ada di dalam hatinya dan mungkin juga dia sudah lama kontang dengan apa yang ada di dalam hatiku. Aku perlukan teman untuk berbicara. Aku sepi walaupun berada di dalam riuh rendah dunia. Seolahnya aku hanya berbicara dengan komputer bisu yang tiada ertinya. Malahan, aku seolah sedang terjerit ketika menuliskan ini. Namun, tanpa suara .. ..

Aku rindu, ketika aku menatap tulisan insan itu jiwaku berbunga tenang. Aku seperti sedang berbicara dengan dia. Sepertinya apa yang ditulis itu sedang berbicara dengan diriku. Tika dia menyepi, aku sayu.. lalu ku lewati hasil nukilannya berkali kali .. Di mana hatiku boleh berbicara lagi? Segala apa yang ditulisnya, sarat dengan jawapan pada persoalan manusia, aku keliru dengan perasaanku..kenapa aneh benar? . Mungkin juga aku tertarik dengan kuatnya jiwa dia di dalam menyampaikan sesuatu?. Lantas aku cuba hapus apa yang ada di sebalik kekagumanku. Aku hanya tidak mahu terus membaca.
Aku keliru.
Entah kenapa, jariku masih ke situ jua..Apakah yang bermain di dalam hatiku? Apakah aku terlalu sunyi lantas hanya boleh melepaskannya dengan hanya membaca tulisan bisunya itu?. Atau aku hanya mampu memendam keresahan dan kesunyian ini sendiri-sendiri tanpa mengungkapkannya dengan bicaraku?
Hatiku, kamu sangat sukar diramal.Kamu sangat gentar meluah kebenaran akan lukamu yang telah lama berdarah. Kenapa kamu beri ruang utk kesepian?...

Insan itu, setiap nukilanmu menerbitkan rasa luar biasa di hatiku. Maafkan aku, mungkin aku cuma mengagumimu .. Insan itu, aku cuma tidak tahu.. Maafkan aku  ..

" bila bahagia mula menyentuh seakan ku bisa hidup lebih lama..namun harusku tinggalkan cinta ketika ku BERSUJUD"